Faktanatuna.id, NASIONAL – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kini menghadapi ancaman serius dari pemerintah. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Pembekuan DJBC dan perumahan 16 ribu pegawainya akan diterapkan jika kinerja instansi tersebut tidak kunjung membaik dalam waktu satu tahun ke depan.
Menkeu Purbaya menekankan bahwa instruksi ekstrem ini bukanlah inisiatif pribadinya, melainkan perintah langsung dari “bos di atas,” merujuk kepada Presiden.
“Kita kasih waktu setahun untuk betulin, kalau enggak, 16 ribu pegawai kita rumahkan. Bukan (perintah) dari saya tuh, dari bos di atas,” kata Purbaya dalam Dialog Interaktif Pemerintah Pusat dan Daerah di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (11/12), dikutip pada 12 Desember 2025.
Cambuk Keras untuk Perbaikan Kinerja
Ancaman keras ini dimaksudkan sebagai cambuk agar seluruh pegawai DJBC betul-betul melakukan pembenahan internal. Jika gagal, Menkeu Purbaya siap mengadopsi langkah serupa yang pernah dilakukan Presiden Soeharto. Langkah tersebut adalah merekrut pihak asing, seperti perusahaan Swiss SGS3, untuk mengambil alih tugas kepabeanan.
Menkeu Purbaya secara terbuka mengakui adanya kebocoran dan “permainan” dalam pengawasan ekspor. Salah satu contohnya adalah temuan harga barang yang tidak wajar saat sidak pelabuhan. Ia bertekad untuk membereskan masalah pengawasan dan menghentikan penyelundupan produk ilegal, khususnya yang berasal dari Tiongkok, dalam satu tahun ke depan.
Ultimatum Menkeu Bea Cukai ini menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak akan mentolerir lagi praktik-praktik yang merugikan penerimaan negara.
Optimisme Direktur Jenderal Bea Cukai
Menanggapi ultimatum keras dari Menkeu, Direktur Jenderal Bea Cukai, Djaka Budhi Utama, menyatakan optimisme. Ia yakin instansinya mampu berbenah dan menyelesaikan seluruh upaya perbaikan pada tahun 2026.
Djaka menjelaskan bahwa pembenahan akan difokuskan pada dua aspek utama:
-
Kultur Kerja: Memperbaiki budaya dan integritas pegawai DJBC.
-
Peningkatan Pengawasan: Memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk negara.
Djaka Budhi Utama berjanji untuk menghilangkan citra buruk Bea Cukai di masyarakat. Ia juga memohon dukungan publik agar DJBC dapat bertransformasi menjadi institusi yang lebih baik, transparan, dan berintegritas.
(*Drw)










