Pesan Tegas Menkeu Purbaya ke Calon Direksi BEI 2026: Berani Sikat Habis Praktik Goreng Saham!

Menkeu Purbaya Minta Direksi BEI Sikat Goreng Saham
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa/net

Faktanatuna.id, NASIONAL – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan peringatan keras bagi para calon direksi BEI 2026 yang akan menjalani pergantian kepemimpinan pada Juni mendatang. Menkeu menegaskan bahwa menjaga integritas pasar modal bukan lagi pilihan, melainkan prioritas utama yang harus dijalankan tanpa kompromi.

Dalam arahannya, Purbaya menuntut pemimpin bursa masa depan untuk memiliki keberanian ekstra dalam menyikat habis praktik manipulasi harga atau fenomena goreng saham. Praktik ini dinilai telah lama merugikan investor, terutama investor ritel, dan mencederai kepercayaan publik terhadap ekosistem pasar modal Indonesia.

“Target kita bukan hanya pertumbuhan, tapi kualitas pasar yang bersih. Direksi baru harus berani menindak spekulan nakal yang memanipulasi pasar,” tegas Menkeu saat memberikan keterangannya di Jakarta.

Kaitan Insentif Pemerintah dengan Prestasi Menangkap Spekulan

Ada hal menarik dalam kebijakan mendatang; Menkeu menyatakan bahwa pemberian insentif dari pemerintah ke depannya akan sangat bergantung pada prestasi jajaran direksi dalam menangkap para spekulan. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah ingin BEI lebih proaktif dalam fungsi pengawasan dan penindakan.

Selain aspek teknis dan penindakan, jajaran direksi BEI 2026 diharapkan memiliki komitmen kuat dalam beberapa poin strategis:

  • Perlindungan Investor Ritel: Memastikan keamanan bagi investor kecil dari jebakan saham spekulatif.

  • Pengembangan Investor Institusi: Memperkuat basis investor institusi dalam negeri untuk menjaga stabilitas pasar.

  • Transparansi: Menciptakan ekosistem pasar modal yang lebih sehat dan akuntabel.

Di tengah proses suksesi ini, Menkeu optimistis bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu menembus angka 10.000. Target ini sejalan dengan ambisi pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen pada tahun 2026.

Saat ini, bursa sedang memasuki tahap seleksi ketat. Beberapa direksi petahana diketahui masih berpeluang maju kembali, sementara sebagian lainnya terganjal aturan masa jabatan. Pemerintah memastikan kursi pimpinan bursa akan diisi oleh sosok yang transparan dan memiliki integritas yang teruji untuk membawa pasar modal Indonesia bersaing di level global.

(*Drw)