Faktanatuna.id, NASIONAL – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Wakil Gubernur Rano Karno secara resmi mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya varian influenza baru tipe A (H3N2), atau yang dijuluki sebagai superflu.
Meski hingga saat ini varian tersebut belum terdeteksi masuk ke wilayah Indonesia, Rano Karno menekankan bahwa karakteristik penyakit ini sangat mudah menular melalui mobilitas antarnegara. Oleh karena itu, langkah antisipasi sejak dini menjadi prioritas utama pemerintah daerah di awal tahun 2026.
“Langkah pencegahan yang paling efektif adalah dengan kembali mendisiplinkan penggunaan masker, terutama saat berada di tempat umum atau transportasi publik,” ujar Wagub Rano Karno dalam keterangan resminya.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Masyarakat perlu memahami bahwa gejala superflu H3N2 memiliki kemiripan dengan flu musiman pada umumnya. Beberapa tanda klinis yang harus diwaspadai meliputi:
-
Demam tinggi
-
Batuk dan nyeri tenggorokan
-
Sakit kepala hebat
-
Kelelahan ekstrem
Pemprov DKI meminta warga yang mengalami gejala-gejala tersebut untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat guna mendapatkan penanganan medis dan mencegah penyebaran lebih luas di lingkungan sekitar.
Pengetatan Skrining di Pintu Masuk Bandara
Menanggapi risiko penularan dari luar negeri, Pemprov DKI Jakarta akan memperketat pemantauan di bandara bagi masyarakat maupun wisatawan yang baru kembali dari perjalanan mancanegara.
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta telah disiagakan untuk melakukan skrining kesehatan secara intensif bagi para pelaku perjalanan. Kewaspadaan kolektif dari seluruh lapisan masyarakat diharapkan dapat menjaga stabilitas kesehatan publik dan mencegah terjadinya lonjakan kasus penyakit menular di Jakarta pada tahun 2026 ini.
(*Drw)












