Faktanatuna.id, NASIONAL – Bencana hidrometeorologi kembali melanda Provinsi Aceh pada awal tahun 2026. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Aceh Timur sejak pagi hari mengakibatkan sejumlah desa di enam kecamatan terendam banjir.
Dilansir pada Jumat (9/1/2026), ketinggian air di beberapa titik dilaporkan cukup ekstrem, mencapai 120 sentimeter atau setinggi dada orang dewasa. Kondisi ini memaksa sebagian warga untuk segera meninggalkan kediaman mereka guna mencari tempat yang lebih tinggi dan aman.
Daftar Wilayah Terdampak di 6 Kecamatan
Berdasarkan data resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, luapan air sungai dan tingginya curah hujan berdampak pada pemukiman di wilayah berikut:
-
Kecamatan Simpang Ulim
-
Kecamatan Julok
-
Kecamatan Birem Bayeun
-
Kecamatan Rantau Selamat
-
Kecamatan Banda Alam
-
Kecamatan Aceh Utara (Wilayah Perbatasan)
Titik terparah dilaporkan berada di Dusun Buket Mamplam, Desa Panton Rayeuk. Di lokasi ini, air mulai memasuki rumah warga sejak pukul 06.00 WIB dan terus bertahan hingga siang hari, yang mengakibatkan akses aktivitas masyarakat setempat lumpuh total.
Imbauan Bupati: Waspada Potensi Hujan Susulan
Pj Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan secara intensif. Ia meminta masyarakat untuk tetap waspada dan tidak meremehkan kenaikan debit air.
“Kami meminta masyarakat tetap waspada. Meski sebagian warga memilih bertahan di rumah yang memiliki konstruksi lebih tinggi, keselamatan nyawa tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Warga diingatkan untuk segera menyelamatkan harta benda, alat elektronik, serta dokumen penting ke tempat yang lebih aman. Pasalnya, prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan susulan masih sangat tinggi di wilayah Aceh Timur, Aceh Utara, dan sekitarnya dalam beberapa hari ke depan.
Saat ini, tim BPBD dan relawan dilaporkan mulai bergerak ke titik-titik pengungsian untuk mendistribusikan bantuan logistik masa panik bagi warga terdampak.
(*Drw)












