Faktanatuna.id, EKONOMI – Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan respons positif terhadap antusiasme masyarakat Kabupaten Belu dalam menyambut program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagai langkah pengembangan strategis, pemerintah berencana menambah puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tersebut.
Penambahan infrastruktur ini bertujuan untuk menjangkau desa-desa terpencil agar kualitas gizi anak-anak sekolah serta kelompok rentan dapat meningkat secara merata. Dilansir pada Minggu (25/1/2026), Koordinator BGN Wilayah Belu menjelaskan bahwa total akan ada 49 SPPG yang beroperasi jika seluruh pembangunan rampung.
Program ini bukan sekadar memberikan makanan siap saji, melainkan instrumen strategis pemerintah dalam menurunkan angka stunting. Dengan sasaran utama mulai dari siswa sekolah hingga ibu hamil, MBG diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang sehat demi mewujudkan target Indonesia Emas 2045.
Efek Domino Ekonomi Bagi Petani Lokal
Salah satu keunggulan utama dari program ini adalah pemanfaatan bahan pangan lokal secara maksimal. Dengan kebutuhan bahan baku harian yang sangat besar, para petani dan peternak di Kabupaten Belu kini memiliki akses pasar yang pasti dan berkelanjutan.
Pemanfaatan komoditas lokal ini menciptakan efek domino ekonomi yang signifikan di tingkat desa. Hal ini tidak hanya menjamin kesegaran bahan makanan yang disajikan, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat agraris di wilayah perbatasan.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Standar Gizi
Guna memastikan kualitas makanan, BGN menjalin kolaborasi erat dengan pemerintah daerah dan tenaga kesehatan setempat. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan setiap porsi makanan yang disajikan memenuhi standar nutrisi yang ketat dan diolah secara higienis.
Pemerintah berharap, keberhasilan model pengembangan SPPG di Belu ini dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam mengintegrasikan program kesehatan nasional dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan berbasis potensi daerah.
(*Drw)












