Ramadan 2026: Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan, Siswa Sekolah Dapat Menu Siap Saji untuk Dibawa Pulang

Makan Bergizi Gratis Saat Libur Sekolah: BGN Beri Klarifikasi
Implementasi Makan Bergizi Gratis (MBG) di lapangan tak sesaui dengan laporan Badan Gizi Nasional (BGN)/net.

Faktanatuna.id, EKONOMI – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, memastikan bahwa program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap berjalan selama bulan suci Ramadan 2026. Meski mayoritas siswa menjalankan ibadah puasa, BGN telah menyiapkan skema khusus agar distribusi gizi tetap tepat sasaran.

Untuk siswa sekolah, makanan akan diberikan dalam bentuk paket siap saji yang dirancang memiliki daya simpan lama agar bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat waktu berbuka tiba.

“Untuk anak sekolah yang aktif, di daerah yang mayoritas puasa, makanan akan diberikan di jam sekolah. Tapi makanannya makanan yang siap saji, yang tahan 12 jam untuk dibawa ke rumah,” ujar Dadan, dikutip Senin (2/2/2026).

Menu Tanpa Produk ‘Ultra Processed’

BGN berkomitmen menjaga kualitas gizi dengan melarang penggunaan produk pangan proses ultra (Ultra Processed Food), seperti susu UHT, dalam menu Ramadan. Fokus utama adalah menyediakan makanan alami dengan daya simpan yang baik agar tetap layak konsumsi hingga sore hari.

Adapun beberapa pilihan menu yang akan disajikan antara lain:

  • Sumber Protein: Telur rebus, telur asin, atau abon.

  • Karbohidrat & Nutrisi: Roti, buah segar, dan kurma.

  • Minuman: Susu (non-UHT) atau makanan lokal bergizi lainnya.

Penyesuaian Khusus untuk Pondok Pesantren

Berbeda dengan sekolah umum, distribusi MBG di lingkungan pondok pesantren yang memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) internal akan mengalami pergeseran waktu. Penyiapan dan penyajian makanan akan dilakukan menjelang waktu berbuka puasa.

Langkah ini diambil agar para santri bisa menikmati makanan dalam kondisi segar. Skema ini juga telah dikonsultasikan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar tetap selaras dengan nilai keagamaan dan pola konsumsi selama bulan puasa.

Capaian Penerima Manfaat Tembus 60 Juta Orang

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengungkapkan bahwa hingga saat ini jangkauan program MBG telah menembus angka 60 juta orang.

Di tingkat sekolah dasar dan menengah, cakupan penerima manfaat rata-rata sudah mencapai 90 hingga 95 persen. Namun, pemerintah mengakui masih ada tantangan sinkronisasi data di lingkungan pesantren yang saat ini tercatat baru mencapai angka 20 persen menurut data Kementerian Agama.

“Tadi kalau Menteri Agama datanya rendah, tapi dari Pak Dadan hampir sudah 70%. Ya ini data yang akan kita cocokkan,” jelas Zulhas dalam konferensi pers di Jakarta.

Dengan penyesuaian ini, Badan Gizi Nasional optimis program MBG dapat tetap berjalan optimal, aman, dan berkelanjutan dalam mendukung kecukupan gizi generasi muda Indonesia sepanjang tahun.

(*Drw)