Faktanatuna.id, EKONOMI – PT Pertamina (Persero) secara tegas menyatakan dukungannya terhadap visi Asta Cita melalui penguatan struktur bisnis hilir. Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI pada 11 Februari 2026, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan langkah-langkah strategis perusahaan ke depan.
Pembentukan Subholding Downstream disebut sebagai kunci utama untuk menjamin efisiensi distribusi energi di seluruh pelosok negeri. Selain integrasi bisnis, Pertamina juga mulai memfokuskan pemberdayaan ekonomi lokal melalui sinergi dengan Program Koperasi Desa Merah Putih.
Pemerataan Energi di Tingkat Pedesaan
Program kolaborasi dengan Koperasi Desa Merah Putih bertujuan untuk memastikan akses Bahan Bakar Minyak (BBM) yang lebih merata hingga ke tingkat akar rumput. Dengan menggandeng koperasi, Pertamina berharap distribusi menjadi lebih efisien dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat desa.
“Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem energi yang sehat, tepat sasaran, dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” ujar Simon, dilansir Minggu (15/2/2026).
Pengawasan Ketat Solar Subsidi
Isu penyalahgunaan Solar subsidi juga menjadi sorotan tajam dalam rapat tersebut. Ditemukan indikasi kendaraan industri yang masih ikut mengantre di jalur subsidi, yang seharusnya diperuntukkan bagi rakyat kecil.
Pertamina berkomitmen untuk:
-
Memperketat pengawasan di setiap SPBU secara real-time.
-
Digitalisasi sistem penyaluran guna meminimalisir kebocoran kuota.
-
Tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang menyalahgunakan alokasi subsidi.
Apresiasi Penanganan Bencana
Di sisi lain, DPR RI memberikan apresiasi tinggi atas gerak cepat Pertamina dalam menangani krisis energi di wilayah-wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi baru-baru ini. Kecepatan pemulihan infrastruktur energi di lokasi bencana membuktikan peran vital Pertamina sebagai benteng ketahanan energi nasional di tengah situasi darurat.
Melalui transformasi bisnis hilir ini, Pertamina optimis dapat menyelaraskan target profitabilitas perusahaan dengan tanggung jawab sosial dalam menjaga kedaulatan energi nasional.
(*Drw)








