Faktanatuna.id, EKONOMI – Pertamina Patra Niaga memastikan operasional di SPBU Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, tetap berjalan normal dengan mengedepankan standar keamanan yang tinggi. Penegasan ini muncul setelah adanya respons cepat petugas lapangan dalam menangani insiden kecil saat proses pengisian bahan bakar ke jeriken.
Kejadian yang terjadi pada Kamis (19/2/2026) tersebut memperlihatkan kesiapsiagaan operator dalam menjalankan prosedur darurat sesuai Standard Operating Procedure (SOP) yang ketat demi keselamatan publik di area SPBU.
Penanganan Cepat Kebocoran Dexlite
Insiden bermula saat pengisian BBM jenis Dexlite berlangsung, di mana ditemukan salah satu jeriken milik konsumen mengalami kebocoran. Sesuai protokol keselamatan, operator SPBU langsung mengambil langkah preventif sebagai berikut:
-
Penghentian Aliran: Segera mematikan nozzle pengisian.
-
Pembersihan Area: Menggunakan oil spill kit, pasir, serta sabun untuk menyerap tumpahan.
-
Netralisir Area: Memastikan tidak ada sisa bahan bakar yang dapat memicu percikan api atau mencemari lingkungan sekitar.
Langkah taktis ini memastikan operasional SPBU dapat kembali normal dalam waktu singkat tanpa mengganggu pelayanan kepada pelanggan lainnya.
Komitmen Keselamatan dan Sanksi Tegas
Pihak Pertamina menegaskan bahwa sosialisasi mengenai tata cara pengisian BBM ke jeriken yang aman terus digencarkan. Area Manager Pertamina Patra Niaga, Ispiani Abbas, menyatakan bahwa pihaknya rutin melakukan inspeksi terhadap sarana dan fasilitas di setiap SPBU.
“Inspeksi rutin terhadap sarana seperti nozzle dan dispenser menunjukkan kondisi yang sangat baik. Kami memastikan alat ukur dan perangkat keselamatan berfungsi optimal,” ujar Ispiani.
Pertamina juga memperingatkan bahwa mereka tidak segan-segan memberikan sanksi tegas bagi lembaga penyalur atau SPBU yang mengabaikan aspek keselamatan operasional. Hal ini dilakukan demi menjaga standar pelayanan publik yang aman dan profesional bagi seluruh masyarakat Indonesia.
(*Drw)












