Faktanatuna.id, INTERNASIONAL – Kabar duka datang dari Lima, Peru. Seorang diplomat Indonesia, Zetro Leonardo Purba (40), tewas ditembak di apartemennya sesaat setelah tiba di lokasi. Menteri Dalam Negeri Peru menegaskan bahwa insiden tersebut bukan perampokan, melainkan eksekusi yang dilakukan pembunuh bayaran.
“Rekaman CCTV memperlihatkan pelaku menembak korban dua kali hingga jatuh, lalu menembakkan peluru ketiga sebelum kabur dengan sepeda motor,” ungkap otoritas setempat. Fakta bahwa tidak ada barang hilang semakin menguatkan dugaan pembunuhan berencana terhadap diplomat Indonesia itu.
Menteri Luar Negeri Indonesia menyatakan duka cita mendalam atas meninggalnya Zetro Purba. Ia juga mendesak agar pihak berwenang Peru segera melakukan penyelidikan cepat, transparan, dan menyeluruh.
Sementara itu, pemerintah Peru menyampaikan belasungkawa resmi kepada Indonesia. Mereka berjanji mengusut tuntas kasus ini dan menangkap para pelaku. “Kami tidak akan membiarkan kejahatan ini tanpa keadilan,” tegas Menteri Dalam Negeri Peru.
Tragedi yang menimpa Zetro Purba menjadi pengingat akan pentingnya perlindungan diplomatik, terutama di negara dengan tingkat kriminalitas tinggi. Kasus ini juga membuka kembali perbincangan mengenai keamanan warga negara Indonesia yang bertugas di luar negeri.
Pemerintah Indonesia menekankan bahwa kasus ini tidak hanya soal kriminalitas, tetapi juga terkait tanggung jawab negara sahabat dalam menjaga keamanan diplomat asing.(dms)












