Digitalisasi Pendidikan: Platform PIJAR Telkom Sukses Gelar PAS Ganjil di 31 Provinsi

Dian Siswarini Resmi Jabat Direktur Utama Telkom Indonesia
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil mencatakan kinerja yang positif di kuartal I 2025/net.

Faktanatuna.id, NASIONAL – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk terus membuktikan komitmennya dalam mempercepat digitalisasi sektor pendidikan tanah air. Melalui platform PIJAR, Telkom sukses menyelenggarakan Penilaian Akhir Semester (PAS) Ganjil tahun ajaran 2025/2026 secara masif di seluruh pelosok negeri.

Dilansir pada Kamis (15/1/2026), program ini menjadi tonggak penting dalam menciptakan sistem evaluasi belajar yang lebih modern, transparan, dan terintegrasi. Penggunaan teknologi ini sekaligus mengakhiri metode ujian konvensional yang memakan banyak waktu dan biaya logistik.

Stabilitas Infrastruktur: Melayani 466 Ribu Siswa

Pelaksanaan PAS digital kali ini mencatatkan angka yang impresif dalam ekosistem pendidikan digital Indonesia:

  • Jangkauan: Melibatkan lebih dari 466 ribu siswa.

  • Distribusi: Diikuti oleh 680 sekolah yang tersebar di 31 provinsi.

  • Kapasitas: Menangani rata-rata 2.760 jadwal ujian setiap harinya dengan stabilitas tinggi.

Direktur IT & Digital Telkom menekankan bahwa teknologi PIJAR hadir untuk memastikan proses ujian berlangsung lebih aman, tertib, dan efisien, baik bagi pihak sekolah maupun para siswa.

Keunggulan Sistem Computer Based Test (CBT) PIJAR

Platform PIJAR mengintegrasikan seluruh rantai proses ujian ke dalam satu sistem Computer Based Test (CBT) yang canggih. Keunggulan utamanya meliputi:

  1. Integrasi End-to-End: Mulai dari distribusi soal hingga pengolahan nilai dilakukan secara otomatis dalam satu sistem.

  2. Keamanan Tinggi: Fitur keamanan tingkat tinggi disematkan untuk menjaga integritas ujian dan meminimalisir potensi kecurangan secara sistematis.

  3. Efisiensi Administrasi: Memangkas beban kerja guru dalam mengoreksi hasil ujian secara manual, sehingga nilai dapat diolah lebih cepat dan akurat.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen besar Telkom dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia. Dengan PIJAR, kesenjangan kualitas infrastruktur ujian antara sekolah di kota besar dan daerah terpencil diharapkan dapat semakin terkikis.

(*Drw)