Faktanatuna.id, EKONOMI – Dunia internasional sering kali memandang Indonesia sebagai negara yang sulit untuk tetap bersatu karena keragaman etnis dan agamanya yang ekstrem. Namun, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan daerah di Bogor, Rabu (4/2/2026), Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa label “Impossible Nation” tersebut telah terpatahkan.
Presiden menekankan bahwa realitas sejarah dan stabilitas bangsa saat ini membuktikan bahwa kemajemukan Indonesia bukanlah titik lemah, melainkan kekuatan strategis nasional yang sangat berharga.
“Keberhasilan menjaga persatuan dalam satu kerangka negara kesatuan adalah pembuktian yang tidak bisa dibayangkan oleh bangsa lain. Kemajemukan kita adalah kekuatan,” ujar Presiden Prabowo di hadapan para kepala daerah.
Persatuan Sebagai Benteng Ketahanan Nasional
Di tengah persaingan global yang semakin ketat, harmoni sosial antar ratusan suku bangsa di tanah air dinilai menjadi benteng ketahanan nasional yang kokoh. Prabowo mengingatkan bahwa stabilitas ini harus dijaga dengan sungguh-sungguh melalui kepemimpinan yang berintegritas.
Menurut Presiden, masyarakat Indonesia pada dasarnya mendambakan kedamaian dan kepemimpinan yang jujur. Oleh karena itu, harmoni tidak akan tercipta secara otomatis tanpa adanya rasa keadilan yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kepala Daerah Sebagai Ujung Tombak Pelayanan
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga memberikan instruksi khusus kepada para kepala daerah. Ia meminta mereka untuk menjadi ujung tombak dalam melayani rakyat dan memastikan kebijakan pusat tersampaikan dengan baik hingga ke akar rumput.
“Keadilan sosial yang dihadirkan oleh pemimpin daerah akan menjadi perekat utama yang memastikan Indonesia tetap kokoh sebagai bangsa yang besar dan bersatu,” tegasnya.
Presiden berharap melalui Rakornas ini, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin solid dalam mewujudkan visi pembangunan nasional. Penegasan ini sekaligus menjadi pesan kuat bagi dunia internasional bahwa Indonesia tetap stabil dan bersatu di bawah kepemimpinannya.
(*Drw)










