Rupiah Terkoreksi 5 Poin Terhadap Dolar AS di Sesi Perdagangan Pagi Hari

BI Tegaskan Aturan Pembayaran Tunai: Dilarang Menolak Rupiah!
/(ilustrasi/@pixabay)

Faktanatuna.id — Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah tipis pada sesi perdagangan Selasa (26/5/2026). Mata uang Garuda terkoreksi sebesar 5 poin atau turun sekitar 0,03 persen ke level Rp17.749 per dolar AS jika dibandingkan dengan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan mata uang domestik ini berjalan beriringan dengan pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang juga kompak berselimut di zona merah. Di tengah tren pelemahan regional tersebut, won Korea Selatan menjadi satu-satunya pengecualian setelah berhasil mencatatkan penguatan sebesar 0,18 persen terhadap greenback.

Mayoritas Mata Uang Asia dan Negara Maju Ikut Tertekan

Perkembangan pasar valuta asing (valas) harian menunjukkan dominasi dolar AS yang kuat terhadap instrumen mata uang global global:

  • Klaster Asia: Yuan China terdepresiasi 0,06 persen, peso Filipina melemah 0,16 persen, ringgit Malaysia turun 0,30 persen, dolar Singapura turun 0,02 persen, yen Jepang melemah 0,03 persen, dan dolar Hong Kong ikut terkoreksi 0,02 persen.

  • Klaster Negara Maju: Euro Eropa terpantau melemah 0,09 persen, poundsterling Inggris jatuh 0,14 persen, dolar Australia terkoreksi 0,13 persen, dolar Kanada turun 0,04 persen, serta franc Swiss yang tergelincir 0,12 persen.

Sentimen Wait and See Proposal Damai Timur Tengah

Analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, memaparkan bahwa pergerakan rupiah saat ini cenderung bergerak konsolidatif akibat pengaruh dinamika geopolitik global. Para pelaku pasar modal dan investasi dinilai tengah mengambil sikap menunggu dan mengamati (wait and see) terkait kelanjutan konflik di Timur Tengah.

“Rupiah diperkirakan akan berkonsolidasi terhadap dolar AS. Investor wait and see menantikan respons Iran terhadap proposal damai AS yang diperkirakan akan terjadi dalam waktu dekat,” ujar Lukman.

Melihat dinamika pasar yang berkembang saat ini, Lukman memproyeksikan fluktuasi nilai tukar rupiah akan tetap terjaga secara wajar dan bergerak stabil di dalam rentang area Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS.

*(Drw)