Faktanatuna.id, NASIONAL – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan temuan mengejutkan terkait praktik under invoicing yang dilakukan oleh 10 perusahaan sawit raksasa di Indonesia. Dilansir pada Jumat (9/1/2026), para pelaku diduga kuat memanipulasi nilai ekspor dengan hanya melaporkan separuh (50%) dari nilai transaksi yang sebenarnya.
Tindakan ilegal ini berdampak langsung pada kebocoran pendapatan negara, terutama dari sektor bea keluar dan pajak ekspor. Dengan melaporkan harga barang jauh di bawah harga pasar, perusahaan-perusahaan tersebut secara sengaja menekan kewajiban pembayaran pajak mereka kepada pemerintah.
“Praktik ini adalah modus lama yang kembali marak. Kami tidak akan tinggal diam melihat pendapatan negara dikeruk secara ilegal,” tegas Menkeu dalam keterangannya.
Data Kapal Telah Dikantongi, Sanksi Tegas Menanti
Menkeu Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak bicara tanpa bukti. Kementerian Keuangan telah mengantongi data detail “kapal per kapal” terkait pengiriman yang dicurigai.
Pemerintah memberikan peringatan keras bahwa tindakan hukum yang sangat tegas akan diambil terhadap perusahaan yang terbukti membandel. Penyelidikan intensif kini tengah dilakukan untuk menghitung total kerugian negara dari praktik manipulasi harga ini.
AI Sebagai Solusi Pengawasan Real-Time
Untuk mencegah terulangnya kebocoran di masa depan, Kementerian Keuangan berencana melakukan transformasi digital besar-besaran dengan mengintegrasikan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) ke dalam sistem pengawasan ekspor.
Implementasi AI ini diharapkan mampu:
-
Deteksi Real-Time: Mendeteksi ketidaksesuaian harga jual dengan harga pasar dunia secara otomatis.
-
Akurasi Tinggi: Meminimalisir kesalahan manusia (human error) dalam verifikasi dokumen ekspor.
-
Audit Otomatis: Menelusuri riwayat transaksi perusahaan secara lebih mendalam dan cepat.
Pemerintah menegaskan bahwa di era transparansi ini, tidak ada lagi ruang bagi perusahaan untuk mengakali sistem keuangan negara. Pengawasan ketat akan terus dilakukan guna memastikan kekayaan alam Indonesia, khususnya di sektor sawit, dapat memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan nasional.
(*Drw)










