Faktanatuna.id, NASIONAL – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menggelar pertemuan strategis dengan jajaran direksi PT Pertamina (Persero) di kantor Kemenkeu, Jakarta. Diskusi ini difokuskan pada upaya pengembangan bisnis minyak dan gas (migas) secara komprehensif, mulai dari sektor hulu hingga hilir.
Dilansir pada Sabtu (10/1/2026), pertemuan tersebut secara khusus menyoroti langkah integrasi bisnis hilir yang tengah dijalankan Pertamina. Menkeu Purbaya menyambut baik inisiatif efisiensi tersebut, yang dinilai sebagai langkah krusial dalam mengoptimalkan pengelolaan sumber daya energi nasional.
Efisiensi Operasional untuk Manfaat Negara
Dengan integrasi bisnis yang lebih solid, operasional Pertamina diharapkan menjadi lebih dinamis. Langkah ini diproyeksikan dapat memberikan kontribusi ekonomi yang lebih besar bagi kas negara melalui pengelolaan modal dan aset yang lebih efektif.
“Pemerintah memberikan dukungan penuh untuk memastikan Pertamina dapat menjaga stabilitas energi nasional secara berkelanjutan,” tegas Menkeu dalam diskusi tersebut.
Sinergi ini memiliki beberapa tujuan utama:
-
Optimalisasi Hulu-Hilir: Memastikan aliran pasokan energi dari produksi hingga ke konsumen berjalan tanpa hambatan.
-
Efisiensi Biaya: Mengurangi beban operasional melalui sistem manajemen yang terintegrasi.
-
Pertumbuhan Ekonomi: Mendorong multiplier effect bagi industri domestik melalui ketersediaan energi yang stabil.
Mewujudkan Visi Ketahanan Energi Presiden Prabowo
Langkah strategis ini selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan energi sebagai salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan nasional.
Melalui sinergi antara kebijakan fiskal dari Kementerian Keuangan dan kebijakan operasional dari Pertamina, pemerintah bertekad menjamin ketersediaan stok BBM dan LPG bagi seluruh lapisan masyarakat. Fokus ini diharapkan dapat menjadi mesin penggerak bagi pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tangguh dan berdaya saing global.
(*Drw)










