Faktanatuna.id, NASIONAL – Dua raksasa Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pertamina dan MIND ID, resmi menjalin kolaborasi strategis guna mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Sinergi ini difokuskan pada penguatan kedaulatan energi nasional melalui optimalisasi sumber daya domestik.
Dilansir pada Minggu (11/1/2026), kemitraan ini bertujuan untuk menekan ketergantungan Indonesia terhadap produk energi luar negeri. Langkah konkret yang diambil adalah mempercepat proyek hilirisasi, khususnya gasifikasi batu bara.
Substitusi LPG: Mengolah Batu Bara Menjadi DME dan SNG
Fokus utama dari kemitraan Pertamina dan MIND ID adalah mengubah batu bara menjadi produk bernilai tambah seperti Dimethyl Ether (DME) dan Synthetic Natural Gas (SNG).
Teknologi gasifikasi ini memungkinkan kekayaan batu bara melimpah di tanah air diolah menjadi bahan bakar alternatif yang mampu menggantikan LPG. Langkah ini dinilai sangat strategis karena:
-
Menekan Impor: Mengurangi ketergantungan pada impor gas yang selama ini membebani kas negara.
-
Harga Terjangkau: Menciptakan potensi harga energi yang lebih stabil dan kompetitif bagi rakyat.
-
Ketahanan Nasional: Memastikan ketersediaan energi dari sumber daya milik sendiri.
Peran Strategis dalam Rantai Nilai
Dalam kerja sama ini, masing-masing pihak memiliki peran vital. MIND ID bertugas dalam rantai nilai mineral dan penyediaan bahan baku batu bara. Sementara itu, Pertamina berperan sebagai agregator infrastruktur yang memastikan hasil hilirisasi tersebut terserap dengan baik ke pasar serta mendistribusikannya ke seluruh wilayah Indonesia.
Proyek ini diharapkan tidak hanya menciptakan sistem energi yang tangguh, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja baru di sektor hilirisasi mineral dan energi. Sinergi antara kebijakan operasional dan visi pemerintah ini menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta kemandirian energi nasional.
(*Drw)










