Faktanatuna.id, NASIONAL – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa banjir yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera mulai berangsur surut. Hal ini menyusul cuaca cerah selama empat hari terakhir di lokasi bencana.
Kepala BNPB Suharyanto menyatakan fokus utama Penanganan Banjir Aceh dan Sumatera saat ini adalah penyaluran akses bantuan di daerah terdampak. Bantuan diprioritaskan untuk wilayah yang infrastrukturnya terputus.
Namun, BNPB kini menghadapi pekerjaan rumah besar lainnya. Pekerjaan tersebut adalah mengevakuasi gelondongan kayu besar yang terbawa arus dan masuk ke permukiman warga. Masalah ini sangat terasa di Tapanuli Selatan (Tapsel).
Evakuasi Kayu dan Distribusi Alat Bantu
Suharyanto mengonfirmasi bahwa alat berat telah dikerahkan ke lokasi Tapsel. Alat berat, termasuk mesin dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), bertugas untuk mengevakuasi kayu-kayu tersebut. Ini merupakan langkah krusial dalam upaya Evakuasi Kayu Tapanuli Selatan dan pembersihan permukiman.
Selain alat berat, BNPB juga menyalurkan bantuan berupa mesin senso dan pompa air (alkon). Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat upaya pembersihan dan pemulihan di tingkat komunitas.
Data Korban dan Komitmen Pemulihan
Tragedi bencana ini berdampak pada ratusan ribu keluarga. Kerusakan masif juga terjadi pada berbagai fasilitas umum.
Data terbaru korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera cukup mengkhawatirkan. Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Bencana (Pusdatin BNPB) memperbarui data per Senin (1/12/2025) petang. Total korban meninggal dunia akibat bencana telah mencapai 604 orang.
Dengan surutnya air, tantangan penanganan bergeser ke percepatan pemulihan. Fokus utama adalah:
-
Pemulihan infrastruktur dasar yang rusak.
-
Memastikan bantuan logistik mencapai seluruh korban secara merata.
BNPB dan pemerintah berkomitmen penuh untuk mengatasi dampak banjir. Upaya terus dilakukan untuk mengembalikan kondisi wilayah terdampak secepat mungkin. Fokus Evakuasi Kayu Tapanuli Selatan menunjukkan upaya pemerintah beralih ke tahap pembersihan pasca-bencana.
(*Drw)












