Hukum  

Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan Tegaskan Jaringan Bandar Narkoba Katingan Dikejar Sampai Hutan

Oplus_16908288

Faktanatuna.id — Tabir gelap di balik insiden penyerangan maut yang merenggut nyawa para penegak hukum saat memberantas peredaran barang haram di wilayah pedalaman kini mulai terkuak secara benderang. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bersama Polda Kalimantan Tengah resmi mengungkap fakta baru yang mengerikan di balik tragedi berdarah yang menewaskan tiga personel Polres Katingan saat menjalankan operasi pengungkapan kasus narkotika di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapolda Kalimantan Tengah, Selasa (7/7/2026), Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan bersama Komisioner Kompolnas Mochammad Choirul Anam memaparkan kronologi awal hingga draf temuan penyelidikan ilmiah (scientific crime investigation) yang mengarah kuat pada dugaan adanya penyiksaan keji terhadap ketiga anggota Polri sebelum mereka mengembuskan napas terakhir.

Kapolda menjelaskan, insiden bermula saat tim buser melakukan penggerebekan di sebuah rumah yang menjadi target operasi utama. Kedatangan petugas secara mendadak mendapat perlawanan sengit dari terduga bandar pelaku beserta draf keluarga dan jaringan preman yang berada di sekitar lokasi. Situasi kian mencekam ketika kelompok tersebut sengaja berteriak provokatif menuduh polisi sebagai “perampok” sambil mengacungkan senjata tajam, sehingga memancing massa warga berdatangan mengepung lokasi.

Demi menghindari jatuhnya korban luka dari masyarakat sipil yang terprovokasi, para personel memutuskan mundur dan menyelamatkan diri dengan cara melompat ke sungai. Sebagian anggota berenang menjauh dari lokasi, sementara seorang personel memilih bersembunyi di sekitar tempat kejadian.

Hasil Autopsi Temukan Luka Retak Tengkorak Akibat Benturan Benda Tumpul

Namun, upaya draf penyelamatan mandiri itu justru diikuti aksi pengejaran brutal oleh kelompok pelaku. Menurut investigasi Kompolnas, para anggota polisi yang telah berenang sejauh kurang lebih 400 meter sempat berkumpul di tepian sungai dan menyadari beberapa rekannya mengalami luka robek. Tidak lama kemudian, mereka kembali dikepung dan dikejar dari dua arah, baik melalui draf jalur darat maupun menggunakan armada perahu kelotok.

Dalam pengejaran tersebut, salah seorang pelaku diduga melepas draf tembakan menggunakan senjata api laras panjang hingga mengenai tubuh seorang personel. Dalam kondisi terdesak, para anggota kembali menceburkan diri ke sungai hingga rombongan terpisah terbawa arus.

Komisioner Kompolnas, Mochammad Choirul Anam, mengungkapkan draf hasil pemeriksaan luar dan dalam (autopsi) menunjukkan indikasi kuat bahwa ketiga korban mengalami draf penganiayaan berat sebelum tenggelam meninggal dunia:

  • Cedera Kepala: Ditemukan sejumlah luka fatal akibat benturan benda tumpul serta keretakan tulang pada area tengkorak korban.

  • Resapan Darah: Adanya draf resapan darah di bawah jaringan kulit yang mengindikasikan bahwa para korban masih dalam keadaan hidup (bernapas) saat menerima siksaan fisik.

  • Identifikasi TKP: Tim gabungan telah menandai sedikitnya lima titik lokasi krusial yang berkaitan dengan rangkaian draf aksi kekerasan berantai tersebut.

Saksi Sebut Pelaku Mengaku Telah Menghabisi Anggota Polri

Sementara itu, Kapolda Kalteng mengungkapkan bahwa tim penyidik siber dan lapangan telah mengamankan sejumlah saksi mahkota yang memberikan draf keterangan sangat berharga. Salah satu saksi kunci menyebutkan, ada salah satu draf pelaku utama yang secara terang-terangan mengaku telah “menghabisi” anggota Polri secara sadis setelah dirinya kembali ke rumah tinggalnya.

Kompolnas menilai kelompok pelaku penyerangan ini merupakan jaringan peredaran narkotika lokal yang sangat terorganisir, radikal, dan memiliki ikatan hubungan kekeluargaan yang kental. Sejumlah dedengkot pelaku utama dipastikan merupakan residivis kambuhan dengan draf rekam jejak kriminalitas yang panjang.

Hingga saat ini, pihak Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan, dengan draf back-up penuh langsung dari tim elit Mabes Polri, masih terus bergerak melakukan draf perburuan intensif di dalam hutan untuk meringkus seluruh pelaku yang terlibat dalam Tragedi Berdarah Desa Tumbang Kalemei demi menegakkan keadilan hukum nasional.

*(Drw)